Sabtu, 17 September 2011

Laporan Lengkap Praktikum Kimia Anorganik

Laporan ini berisikan tentang "sintesis dan karakterisasi Natrium Tiosulfat". 


LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK

PERCOBAAN 1
TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT

DI SUSUN OLEH :
NAMA : IMENG
NIM : ACC 109 011
KELOMPOK : 2 ( DUA )
HARI / TANGGAL : SABTU, 28 MEI 2011
ASISTEN : SITI AISYAH
A.      TUJUAN PERCOBAAN
Mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat - sifat kimianya.

B.       LANDASAN TEORI
               Asam tiosulfat tidak bisa dibentuk dengan menambahkan asam kedalam tiosulfat karena adanya dekomposisi asam bebas ini di dalam air dalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2, dan H2SO4 ini bisa dibuat dengan menhilangkan air, dalam temperature rendah (-780C).
Dalam campuran garam-garam tiosulfat adalah stabil dan berasam. Tiosulfat dibuat dengan mendidihkan alkali atau larutan sulfat nitrat dengan S dan juga oksidasi polisulfida dengan udara . Natrium tiosulfat pentahidrat (Na2SO2O3.5H2O) disebut dengan hypo berbentuk kristal yang sample benar dan kurang atau tidak berwarna. Titik beku 480C mudah larut dalam air dan larutannya digunakan untuk titrasi dalam analisis volumetri.Natrium tiosulfat dalam induksi pemutihan untuk merusak Cl2 yang masuk, setelah mereka masuk dalam kolom pemutihan, sama halnya natrium tiosulfat kadang-kadang digunakan untuk memindahkan rasa dari minuman yang berklorinasi.Natrium tiosulfat (Na2SO3) dapat dibuat dari H2SO4. H2SO4 adalah asam yang sangat penting yang digunakan dalam induksi kimia. H2SO4 mencair pada suhu 10,50C membentuk cairan kental. H2SO4 berikatan dengan hydrogen dan tidak bereaksi dengan logam di dalam air untuk menghasilkan H2. H2SO4 menyerap air dan dapat menghasilkan gas. Ion SO4- adalah tetrahedral, mempunyai panjang ikatan 1,49 Å, mempunyai rantai pendek. Ikatan S – O memiliki 4 ikatan σ antar S dan O dan 2 ikatan π yang didelokalisasi S dan 4 atom O. Asam tiosulfat H2SO3 .tidak dapat dibentuk dengan menambahkan asam ke dalam tiosulfat karena pemisahan asam bebas dalam air ke dalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2 dan H2SO3.
H2S + SO3 → H2S2O3
               Garam yang biasa disebut tiosulfat stabil dan berjumlah banyak. Tiosulfat dibuat dengan memanaskan alkali/larutan sulfit dengan S dan juga dengan mengoksidasi polisulfida dengan air seperti reaksi berikut :
Na2S2O3 + S → Na2S2O3
2NaS3 + 3O2 → 2Na2S2O3 +2S
Selain itu natrium tiosulfat dapat dibuat dari SO2 dengan reaksi sebagai berikut :
2S02(aq) + O2(g) → SO3(g)
Kemudian direaksikan dengan Na2SO3 dan H2O
reaksi :
2SO2 + Na2CO3 + H2O → 2NaHSO3 + CO2
produk (NaHSO3) direaksikan lagi dengan Na2CO3
reaksi :
2NaHSO3 + Na2CO3 → 2Na2SO3 + CO2 + H2O
terakhir Na2SO3 direaksikan dengan S dengan bantuan pemanasan.
Rekasi :
Na2SO3 + S → Na2S2O3


C.       ALAT DAN BAHAN
a.       ALAT
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
    -  alat refluks 1 set (labu + pendingin)
    - batang pengaduk, botol semprot
    - gelas ukur 10 mL dan 50 mL (plastik)
    - tabung reaksi 5 buah dan rak
    - pembakar spritus, kaki tiga dan asbes
    - timbangan
    - cawan penguapan
    - corong, kaca arloji dan botol timbang (gelas kimia 100 mL)

b.      BAHAN
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
    - Natrium sulfit anhidrous
    - Serbuk belerang
    - Natrium sulfat
    - Larutan Iodium dalam larutan KI
    - Larutan asam klorida encer
    - Barium klorida

D.      PROSEDUR KERJA
a.         Pembuatan natrium tiosulfat pentahidrat
1.      Menyiapkan alat refluks kemudian memasukkan 25 gram natrium sulfit ke dalam labu refluks.
2.      Menambahkan 15 mL air dan 4 gram serbuk belerang, kemudian direfluks selama 1 jam.
3.      Setelah itu larutan didinginkan dan menyaring sisanya. Memindahkan filtrat ke cawan penguapan dan diuapkan sampai volume larutan 5 mL.
4.      Biarkan larutan dingin dan dikeringkan kristal yang terbentuk dengan menekan kristal diantara dua kertas saring, menimbang kristal.

b.         Mempelajari sifat – sifat kimia natrium tiosulfat
1.      Pengaruh pemanasan
Dipanaskan beberapa kristal natrium tiosulfat pentahidrat dalam tabung reaksi. Dilakukan juga terhadap natrium tiosulfat anhidrat. Dibandingkan stabilitas termal dari kedua kristal tersebut.
2.      Reaksi dengan Iod
Dilarutkan 1 gram kristal natrium tiosulfat dengan 10 mL air, dan direaksikan dengan 2 mL Iod secara berlebih.
3.      Pengaruh asam encer
Mereaksikan 3 mL larutan natrium tiosulfat dengan asam klorida encer dengan volume yang sama. Setelah beberapa menit, diamati isi tabung  reaksi dan bau yang ditimbulkan.
4.      Reaksi dengan perak nitrat
Mereaksikan 3 mL larutan natrium tiosulfat dengan perak nitrat dengan volume yang sama. Setelah beberapa menit, amati reaksi yang terjadi.
5.      Reaksi dengan perak klorida
Mereaksikan 3 mL larutan natrium tiosulfat dengan perak klorida dengan volume yang sama. Setelah beberapa menit, amati reaksi yang terjadi.


E.     HASIL PENGAMATAN
a.       Pembuatan natrium tiosulfat pentahidrat
Perlakuan
Hasil
Sebelum direfkuls :
Natrium sulfit + air + belerang
Tidak homogen
Sesudah direfluks :
Natrium sulfit + air + belerang
Homogen, berwarna kuning kehitaman
Diuapkan larutan tadi hingga menimbulkan kristal.
Massa = 2 gram

b.      Mempelajari sifat – sifat kimia natrium tiosulfat
Perlakuan
Hasil
1.      Pengaruh pemanasan
Memanaskan natrium tiosulfat pentahidrat dan memanaskan natrium tiosulfat anhidrat. Bandingkan stabilitas termal kedua kristal tersebut.
Terjadi peristiwa dari kristal menjadi cair, kristal natrium tiosulfat pentahidrat meleleh.
Natrium tiosulfat pentahidrat lebih dulu meleleh. 
2.      Reaksi dengan Iod
Kristal natrium tiosulfat + air
Larutan natrium tiosulfat + larutan iod

Larutan natrium tiosulfat.

Terjadi perubahan warna dan bau.
3.      Pengaruh asam encer
Larutan natrium tiosulfat + asam klorida

Ada endapan dan ada bau belerang
4.      Reaksi dengan perak nitrat
Larutan natrium tiosulfat  + larutan perak nitrat

Perubahan warna dari warna abu – abu menjadi bening
5.      Reaksi dengan perak klorida
Larutan natrium tiosulfat + perak klorida


Langkah kerja ini tidak dilakukan


F.       ANALISIS DATA
Penyelesaian :
Diketahui :
-          Massa Na2SO3                    = 25 g
-          Mr Na2SO3                          = 126 g/mol
-          Massa S                               = 4 g
-          Ar S                                    = 32 g/mol
-          V H2O                                 = 15 mL = 15 cm3
-          ρ H2O                                  = 1 g/cm3
-           Mr H2O                              = 18 g/mol
-          Massa praktek                     = 2 g

Ditanya :
a.       n natrium tiosulfif ( Na2SO3 )
b.      n belerang ( S )
c.       n air ( H2O )
d.      mol teoritis hasil reaksi ( Na2S2O3. 5H2O )
e.       massa teoritis hasil reaksi
f.       rendemen hasil reaksi

Jawab :
a.       n natrium tiosulfif ( Na2SO3 )

Jadi, jumlah mol natrium tiosulfif yang digunakan pada percobaan ini adalah 0,1984 mol.

b.      n belerang ( S )

Jadi, jumlah mol belerang pada percobaan ini adalah 0,125 mol.

c.       n air ( H2O )

 
     = 1 g/cm3 . 15 cm3
     = 15 g


Jadi, jumlah mol air pada percobaan ini adalah0,833 mol.

d.      mol teoritis hasil reaksi ( Na2S2O3. 5H2O )
persamaan reaksi :
                    Na2SO3   +     S   +       5H2O       Na2S2O3. 5H2O
Mula2:  0,1985 mol        0,125 mol
Rx      : 0,125 mol          0,125 mol 0,625 mol           0,125 mol
S        :  0,0784 mol                -       0,625 mol           0,125 mol

Jadi, jumlah mol teoritis hasil reaksi adalah 0,125 mol
            
e.       massa teoritis hasil reaksi
m teoritis = mol sisa hasil reaksi x Mr hasil reaksi
                = 0,125 mol x 248 g/mol
               = 31 g
Jadi, massa teoritis hasil reaksi adalh 31 g.

f.       rendemen hasil reaksi
Jadi, rendemen hasil reaksi adalah 6,45%.

G.      PEMBAHASAN
                 Natrium Tiosulfat ( Na2S2O3) adalah salah satu jenis dari garam terhidrat. Garam terhidrat adalah garam yang terbentuk dari senyawa-senyawa kimia yang dapat mengikat molekul-molekul air pada suhu kamar. Garam natrium tiosulfat (Na2S2O3 ) merupakan suatu senyawa tiosulfat dari alkali (natrium). Garam ini memiliki sifat hidroskopis (mudah menyerap air di udara) sehingga seringkali dijumpai dalam bentuk hidratnya dibandingkan bentuk murninya. Bentuk hidrat dari garam natrium tiosulfat paling banyak dalam bentuk 5-hidrat dan 10-hidrat, karena garam natrium tiosulfat berbentuk serbuk putih, tetapi untuk mereaksikannya tetap dalam bentuk padat karena tingkat kelarutannya yang cukup tinggi dan dapat pula dijadikan dalam bentuk larutan.
                 Dalam percobaan ini di awali dengan merefluks natrium sulfit,  belerang dan air dalam sebuah labu refluks. Reaksi yang terjadi adalah :
       Na2SO3 + S + 5H2O → Na2S2O3. 5H2O

                 Tujuan dari refluks ini adalah  untuk mempercepat terjadinya reaksi dan reaksi yang terjadi dapat maksimal (sempurna). Agar diperoleh endapan maka larutan ini disaring dan filtratnya dipanaskan hingga volumenya menjadi setengah dari volume awalnya kemudian disaring kembali, dan dikeringkan sehingga diperoleh endapan natrium tiosulfat.
                 Adapun macam – macam cara untuk mempelajari sifat – sifat natrium tiosulfat adalah sebagai berikut :

a.       Pengaruh pemanasan
Natrium tiosulfat pentahidrat lebih dulu meleleh dibandingkan natrium tiosulfat anhidrat.

b.      Reaksi dengan Iod
Reaksi yang terjadi ketika larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan larutan Iod :
 2Na2S2O3 + I2 → 2 NaI + Na2S4O6

                  Pada reaksi ini terjadi reaksi redoks, dengan natrium tiosulfat sebagai oksidator.

c.       Pengaruh asam encer
Reaksi yang terjadi :
Na2S2O3 + 2HCl→ H2S2O3 + 2NaCl
H2S2O3 → SO2 (g) + S (s) + H2O

Reaksi yang terjadi menghasilkan endapan belerang yang berwarna kuning dan gas SO3.

d.      Reaksi dengan perak nitrat
Reaksi yang terjadi adalah
Na2S2O3 + 2AgCl → Ag2S2O3 + 2NaCl
S2O32- + Ag2S2O3 → 2[Ag(S2O3)2]3-  


H.    KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
-            Natrium tiosulfat dapat dibuat dengan mereaksikan natrium sulfat dan serbuk belerang yang dicampur air dan dimasukkan ke dalam alat refluks.
-            Cara untuk mendapatkan natrium tiosulfat pentahidrat adalah :
1.      menguapkan larutan hingga jenuh,
2.      menempatkan benang ke dalam larutan jenuh untuk menunmbuhkan kristal, dan
3.       menambah satu biji kristalnya

-            Rendemen yang dihasilkan pada percobaan ini adalah 6,45%.
-            Sifat – sifat natrium tiosulfat :
a.       Dapat membentuk kompleks
b.      Bertindak sebagai oksidator apabila direaksikan dengan Iod.
c.       Dapat membentuk endapan belerang apabila direaksikan dengan asam klorida encer.

B.     SARAN
Bagi setiap anggota praktikum hendaknya jangan sibuk sendiri.


I.       DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.com












1 komentar: