Sabtu, 17 September 2011

SINTESIS DAN KARAKTERISASI CIS¬ DAN TRANS – ¬KALIUM DIOKSALATODIAKUOKROMAT ( III )


LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

PERCOBAAN 2
SINTESIS DAN KARAKTERISASI CIS­  DAN TRANS – ­KALIUM DIOKSALATODIAKUOKROMAT ( III )

OLEH :
NAMA : IMENG
NIM: ACC 109 011
KELOMPOK : 2 ( DUA )
HARI , TANGGAL : SABTU, 4 JUNI 2011
ASISTEN : LOLA PASKARIANI

LABORATORIUM PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2011
A.    TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percoban pada percobaan ini adalah mempelajari pembuatan dan sifat – sifat isomer cis  dan trans -  dioksalatodiakuokromat ( III ).

B.     LANDASAN TEORI
Dalam kimia, isomerisme cis-trans atau isomerisme geometrik atau isomerisme konfigurasi adalah sebuah bentuk stereoisomerisme yang menjelaskan orientasi gugus-gugus fungsi dalam sebuah molekul. Secara umum, isomer seperti ini mempunyai ikatan rangkap yang tidak dapat berputar. Selain itu, isomer ini juga muncul dikarenakan struktur cincin molekul yang menyebabkan perputaran ikatan sangat terbatas.

            Istilah "isomerisme geometrik" adalah istilah lama yang sudah tidak digunakan lagi dan merupakan sinonim dari "isomerisme cis-trans". Ia kadang-kadang juga merupakan sinonim untuk stereoisomerisme umum (misalnya isomerisme optis); istilah yang tepat untuk stereoisomerisme non-optis adalah diastereomerisme.

            Terdapat dua bentuk isomer cis-trans, yakni cis dan trans. Ketika gugus substituen berorientasi pada arah yang sama, diastereomer ini disebut sebagai cis, sedangkan ketika subtituen berorientasi pada arah yang berlawanan, diastereomer ini disebut sebagai trans.
            Kromium adalah logam kristalin yang putih, tak begitu liat dan tak dapat ditempa dengan berat. Ia melebur pada 1765ºC. Logam ini larut dalam asam klorida encer atau pekat. Jika tak terkena udara, akan membentuk ion-ion kromium(II):

Cr + H+ → Cr2+ + H2
Cr + HCl → Cr2+ + 2Cl- + H2

Dengan adanya oksigen dari atmosfer, kromium sebagian atau seluruhnya menjadi teroksidasi ke keadaan tervalen:
4Cr2+ + O2 + 4H+ → 4Cr3+ + 2H2O

C.    ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
A.    ALAT
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
-          Gelas kimia 100 mL dan 200 mL
-          Gelas arloji dan petridish 2 bua
-          Pembakar spritus, kaki tiga dan kasa
-          Pompa vakum
-          Corong biasa dan batang pengaduk
-          Cawan penguapan
-          Gelas ukur 50 mL plastik
-          Labu erlenmeyer 250 mL
-          Botol semprot

B.     BAHAN
Bahan yang digunakan paa percobaan ini adalah sebagai berikut :
-           Asam oksalat dihidrat
-          Kalium dikromat
-          Alkohol

D.    PROSEDUR KERJA
a.      Pembuatan isomer trans – kalium dioksalatodiakuokromat ( III ) .
1.      Melarutkan 12 gram asam oksalat dihidrat dengan sedikit mungkin aquades dalam gelas beker 200 mL .
2.      Menambahkan sedikit demi sedikit larutan 4 gram larutan kalium dikromat yang dilarutkan dengan sedikit mungkin aquades panas. Menutup beker dengan gelas arloji ketika reaksi berlangsung.
3.      Menguapkan larutan sehingga volumenya tinggal separuhnya, dan kemudian dibiarkan menguap dengan sendirinya pada temperatur kamar sampai tinggal sepertiganya
4.      Menyaring kristal yang dihasilkan lalu di cuci dengan aquades dingin dan setelah itu didinginkan dengan alkohol. Mencatat hasilnya dan dinyatakan dalam persen yang didasarkan pada jumlah mol krom. Hasil yang tinggi tidak dapat diharakan sebagai hasil saja yang dapat dipisahkan.

b.      Pembuatan isomer cis – kalium dioksalatodiakuikromat ( III )
1.      Membuat campuran serbuk halus dari 4 gram kalium dikromat dan 12 gram asam oksalat dihidrat dalam gelas beker 200 mL .
2.      Meneteskan setetes aquades dalam campuran dan menutup gelas dengan gelas arloji. Setelah terjadi kontak maka reaksi akan berlangsung dengan disertai pelepasan uap air dan CO. Harus dijaga agar campuran tidak ada kesetimbangan campuran antara isomer cis dan trans.
3.      Kemudian menambahkan 10 mL alkohol dalam campuran dan diaduk sampai mengendap.
4.      Lakukan dekantir dan kemudian menambahkan lagi alkohol yang baru sehingga diproleh kristal seluruhnya.
5.      Menyaring dan mengeringkan dengan pompa vakum lalu mencatat hasilnya.

c.       Uji Kemurnian Isomer
Menempatkan sedikit kristal kompleks pada kertas saring dan menambahkan sedikit larutan amonia encer. Isomer cis akan membentuk larutam berwarna hijau tua yang dengan cepat akan menyebar pada kertas saring. Isomer trans akan membentuk padatan berwarna coklat muda yang tetap tidak terlarut.

  
E.     HASIL PENGAMATAN
a.      Pembuatan isomer trans – dioksaltodiakuokromat ( III )
Perlakuan
Hasil
12 g kristal asam oksalat dihidrat  ( berwarna putih ) + sedikt aquades
-
4 g kalium dikromat ( berwarna orange ) +  sedikit aquades panas.
Dicampurkan dengan asam oksalat dihirat + air tadi.
-


Setelah beberapa detik terjadi reaksi , campuran tadi sedikit demi sedikit saling melelehkan dan warnanya berubah menjadi ungu kehitaman yang mengental seperti jeli. Disamping terjadi perubahan warna ada uap air dan gas yang keluar.
Menguapkan larutan hingga tinggal separuhnya.
Menguapkan larutan dengan suhu kamar hingga sepertiganya.
Menjadi mengental.

Lebih mengental lagi.
Dtambahkan dengan alkohol.
Tambah mengental



b.      Pembuatan isomer cis – dioksalatodiakuokromat ( III )
Perlakuan
Hasil
4 g kalium dikromat + 12 g asam oksalat dihirat dalam gelas 200 mL.
-           
kemudian di tetes setetes akuades dan di tutup memakai kaca arloji.
setelah beberapa detik, terjasi reaksi. Ada mengeluarkan gas dan uap air.
Menambah etanol
Mengendap
Diambah etanol lagi
Membentuk kristal seluruhnya
Menyaring dan menimbang
 Ada massa

c.       Uji kemurnian somer  
Perlakuan
Hasil
Sedikit kristal trans di atas kertas saring + larutan amoniak encer
Padatan berwarna coklat muda yang tetap tidak terlarut.
Sedikit kristal cis diatas kertas saring + larutan amoniak encer
Larutam berwarna hijau tua yang dengan cepat menyebar pada kertas saring.


F.     ANALISIS DATA
1.      Jumlah mol asam oksalat dihidrat
Penyelesaian :
Diketahui : m HC2O4.2H2O =12 g
                    Mr                        = 126 g/mol
Ditanya       : n = .....?
Jawab :
n =

2.      Jumlah mol kalium dikromat
Penyelesaian :
Diketahui : m K2Cr2O7 = 4 g
                  Mr       = 294 g / mol
Ditanya : n = ... ?
Jawab :


3.      Julmah mol teoritis trans
Penyelesaian :
Diketahui : m trans = 8,484  g
                  Mr trans = 303 g/mol
Ditanya : n teoritis trans = .... ?
Jawab :

4.      Jumlah mol teoritis cis
Penyeleaian :
Diketahui : m cis = 8 g
                  Mr cis = 303 g/mol
Ditanya : n teoritis cis = .... ?
Jawab :

5.      Rendemen trans


6.      Rendemen cis
 

G.    PEMBAHASAN
                Isomer geometri mempunyai dua bentuk isomer yaitu isomer cis- dan isomer trans-. Dimana isomer cis- dan trans mempunyai sifat dan kelarutan yang berbeda serta warna kristal yang berbeda. Hal ini disebabkan kedudukan molekul-molekul dalam struktur gemetrinya berbeda. Isomer cis terletak berdampingan dengan sedangkan isomer trans terletak berseberangan dengan molekul-molekulnya.

             Isomer senyawa cis mempunyai warna yang berbeda dengan isomer pada senyawa trans, senyawa cis mempunyai kristal hijau tua sedangkan pada senyawa trans kristal yang terbentuk  akan bewarna ungu kehitaman . Untuk memurnikannya kita menambahkan NH4OH.

H.    KESIMPULAN DAN SARAN
 Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan ini adalah:
1.       Senyawa koordinasi K[Cr(C2O4)2(H2¬O)].H2O mempunyai dua bentuk isomer geometri yaitu cis dan trans
2.       Isomer cis dan trans mempunyai sifat fisik, kelarutan dan warna yang berbeda.
3.       Isomer dari senyawa cis memiliki kristal yang bewarna hijau tua, sedangkan isomer trans memilki kristal yang bewarna ungu kehitaman.


I.       DAFTAR PUSTAKA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar